Mata pencaharian Pokok

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Kalianyar dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada Tabel 5.

Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi, di Desa Kalianyar jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 44,75 %. Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, ada 9,8 % dari total jumlah penduduk.

Jumlah ini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 19,7 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau  9  % dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 22 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 9,88 % dari total jumlah penduduk.

Terbanyak ketiga adalah wiraswasta dengan  43,2 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 19,33 % dari total jumlah penduduk. Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI, pedagang, karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan, dan lain-lain.

Tabel 5. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

Desa Kalianyar Tahun 2015

 

No. Jenis Pekerjaan Jumlah Prosentasedari Total Jumlah Penduduk
  1. Petani 481 9,9
  2. Buruh tani 439 9
  3. PNS/TNI/POLRI 41 0,84
  4. Karyawan swasta 18 0,36
  5. Pedagang 87 1,79
  6. Wirausaha 42 0,86
  7. Pensiunan 28 0,58
  8. Tukang bangunan 53 1,1
  9. Peternak
10. Lain-lain/tidak tetap 989 20,32
  Jumlah 2178           44,75 %

Sumber : Dari data survey potensi ekonomi Desa Kalianyar, Juni 2015

Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Kalianyar memiliki alternatif pekerjaan selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Kalianyar secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari alternatif pekerjaan lain.

Skip to toolbar